Ringkasan Cepat:
- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut sinergi mahasiswa dan aparat saat demo 28 Oktober 2026 sebagai wujud kematangan demokrasi.
- Ia mengapresiasi Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat atas pendekatan persuasif dan humanis.
- Sejumlah media melaporkan adu dorong dan bentrokan di sekitar Bundaran HI, sehingga gambaran di lapangan tidak tunggal.
Jakarta, 30 Oktober 2026 — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman memuji koordinasi mahasiswa dan aparat dalam demo 28 Oktober 2026 di Bundaran HI, Jakarta. Ia menyampaikannya pada Kamis (29/10) dan menilai aksi berlangsung tertib. Sementara itu, sejumlah media melaporkan adu dorong dan bentrokan di lokasi aksi.
Apa yang Dikatakan Habiburokhman?

Habiburokhman menilai sinergi mahasiswa dan aparat adalah wajah kematangan dan kesejukan demokrasi Indonesia. Menurut kantor berita Antara, ia menyebut mahasiswa menyampaikan aspirasi secara tertib dan bermartabat. Aparat, katanya, mengutamakan dialog dan tidak terprovokasi.
Politikus Gerindra itu mengaku Komisi III ikut memantau jalannya aksi.
“Kami memantau langsung bagaimana aparat di lapangan bekerja dengan sangat sabar.”
— Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI, Kamis (29/10/2026), dikutip Antara
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tiga pejabat Polri. Mereka adalah Kapolri Jenderal Suyudi Aryo Seto, Kapolda Metro Jaya Irjen Dadang Hartanto, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung. Dalam laporan Detik, apresiasi itu ia kaitkan dengan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal aspirasi mahasiswa.
Habiburokhman berharap pola pengamanan dua arah ini menjadi standar setiap kali warga menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menilai pengamanan tanpa ekses kekerasan mencerminkan penerapan prinsip Polri Presisi dan penghormatan hak konstitusional warga, seperti dilaporkan Antara.
Siapa yang Turun ke Jalan dan Apa Tuntutannya?

Aksi digelar Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) bersama sejumlah BEM, termasuk BEM UI. Demo berlangsung Rabu (28/10/2026) di Bundaran Hotel Indonesia, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.
Menurut keterangan BEM UI, aksi ini kelanjutan demonstrasi 20 Oktober 2026, yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Perwakilan BEM UI, Muhammad Abid, menyebut aksi mengusung tagar #INDONESIASADAR. Ia menegaskan bahwa kedaulatan rakyat tidak berhenti di bilik suara, seperti dikutip Pikiran Rakyat.
Komite SADAR membawa lima tuntutan, sebagaimana dirangkum Sonora.id dan CNN Indonesia:
- Menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan, serta mengadili korporasi yang bertanggung jawab.
- Menghentikan apa yang mereka sebut pemborosan APBN lewat program populis seperti MBG dan KDMP.
- Menurunkan biaya pendidikan, memeratakan layanan dasar, dan menyediakan lapangan kerja berkualitas.
- Menghentikan penyalahgunaan hukum untuk kekuasaan dan memberantas KKN.
- Mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili pelanggaran HAM, dan menghentikan militerisasi ruang sipil.
Dua isu di poin kedua sudah pernah kami ulas. Anda bisa membaca polemik kritik terhadap program MBG dan dugaan pemborosan anggaran KDMP.
Bagaimana Situasi di Lapangan?

Gambaran dari lapangan lebih beragam daripada pernyataan di parlemen. Menurut CNN Indonesia, ribuan personel Polisi dan TNI berjaga untuk menahan massa mendekati Bundaran HI.
Tempo melaporkan massa diadang aparat saat menuju titik aksi dan terjadi adu dorong beberapa kali. Suara.com menulis adanya bentrokan fisik di depan Grand Indonesia. Editornews (Pikiran Rakyat) melaporkan massa membakar ban, dengan perkiraan jumlah massa sekitar 4.000 orang merujuk laporan Katadata.
Perlu dicatat, laporan-laporan itu berasal dari media berbeda dan belum ada rilis terpadu dari Polri yang kami temukan soal jumlah massa, korban, atau pihak yang diamankan. IDN Times juga memuat judul yang menyebut polisi melarang jurnalis meliput di lokasi. Redaksi belum memverifikasi rincian klaim tersebut secara independen.
Detik melaporkan massa membubarkan diri pada Rabu malam. Editornews menyebut hujan deras membuat massa berangsur bubar.
Kronologi Singkat
| Waktu | Kejadian | Sumber |
| 20 Okt 2026 | Demo awal di Tugu Tani, bertepatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran | BBC Indonesia (via Sultramedia) |
| 27 Okt 2026 | BEM UI dan Komite SADAR mengumumkan aksi 28 Oktober di Bundaran HI | Pikiran Rakyat |
| 28 Okt 2026, siang | Massa tiba di Bundaran HI, sebagian tertahan barikade di Jalan Sudirman | CNN Indonesia |
| 28 Okt 2026, sore-malam | Adu dorong dan bentrokan dilaporkan; ban dibakar | Tempo, Suara.com, Editornews |
| 28 Okt 2026, malam | Massa membubarkan diri | Detik |
| 29 Okt 2026 | Habiburokhman memuji koordinasi mahasiswa dan aparat | Antara, Detik |
Respons Pemerintah

Menko Polkam Dudung Abdurachman menyatakan penyampaian pendapat adalah hak konstitusional warga yang dijamin pemerintah, menurut laporan Tempo. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan menyebut kritik dan pengawasan publik penting bagi kehidupan bernegara, sebagaimana dikutip Antara. Aspirasi masyarakat, katanya, menjadi masukan untuk mengevaluasi kebijakan dan pelayanan publik.
Gelombang protes mahasiswa bukan hal baru tahun ini. Kami merangkum rangkaian demo dan tuntutan aksi lanjutan 2026 dan, sebagai pembanding, fakta demo buruh Jakarta 2025.
Apa Selanjutnya?
Habiburokhman menyatakan harapan agar pola pengamanan humanis dipertahankan. Komite SADAR sendiri menegaskan akan terus menagih tanggung jawab negara, dan aksi 28 Oktober disebut sebagai lanjutan, bukan akhir.
Di parlemen, Habiburokhman juga memimpin Panja RUU Perampasan Aset. Antara melaporkan DPR mempercepat jadwal pembahasan dengan target tuntas 15 Desember. Satu isu yang kini ditunggu publik adalah apakah tuntutan soal korupsi dan hukum akan ikut dibahas di forum itu. Belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan keduanya.
Redaksi akan memperbarui artikel ini jika Polri atau pemerintah merilis data resmi soal jumlah massa, korban, dan pihak yang diamankan.
Artikel ini disusun oleh Redaksi viralgujarati berdasarkan laporan Antara, Detik, Tempo, CNN Indonesia, Pikiran Rakyat, Suara.com, IDN Times, dan Editornews.