Jakarta Kota Teraman ke-2 di ASEAN versi Global Residence Index 2026 adalah pencapaian resmi yang diraih ibu kota Indonesia berdasarkan laporan Global Residence Index (GRI) edisi 16 Januari 2026 — dengan Safety Index 0,72 dari skala 0–1, menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura (0,90) dan di atas Bangkok, Kuala Lumpur, serta Manila.
Peringkat 10 Kota Teraman di ASEAN versi GRI 2026:
- Singapura — Skor 0,90 | Peringkat global ke-7
- Jakarta — Skor 0,72 | Peringkat global ke-87
- Bangkok — Skor 0,65 | Peringkat global ke-111
- Vientiane — Skor 0,61
- Hanoi — Skor 0,60
- Kuala Lumpur — Skor 0,57
- Phuket — —
- Ho Chi Minh City — —
- Phnom Penh — —
- Manila — —
Apa itu Global Residence Index 2026 dan Mengapa Jakarta Masuk Peringkat ke-2 ASEAN?

Global Residence Index 2026 adalah lembaga pemeringkat internasional yang menerbitkan laporan Safety Index tahunan — menggunakan pendekatan multidimensi yang menggabungkan data statistik objektif, risiko lingkungan, dan stabilitas politik untuk menilai tingkat keamanan sebuah kota.
Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman ke-2 di ASEAN dalam laporan GRI edisi 16 Januari 2026, mencatatkan skor keamanan 0,72 — hasil yang membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sendiri mengaku “surprise” saat mengumumkannya di Balai Kota Jakarta, Selasa 7 April 2026.
Pencapaian ini bukan sekadar angka. Jakarta berhasil melampaui Bangkok (0,65), Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), Kuala Lumpur (0,57), hingga Manila — kota-kota yang selama bertahun-tahun selalu berada di atas Jakarta dalam berbagai indeks serupa.
| Indikator GRI | Nilai Jakarta | Keterangan |
| Numbeo Safety Index | 46,62 | Persepsi keamanan publik dari warga |
| Homicide Rate | 0,8 per 100.000 penduduk | Tergolong rendah |
| Global Peace Index | 0,68 | Semakin tinggi = semakin damai |
| Security Risk | 0,5 | Tergolong sedang |
| Political Risk | 0,5 | Tergolong sedang |
| Natural Disaster Risk | 10,24 | Masih menjadi perhatian |
| Road Traffic Death Rate | 15,3 | Perlu perbaikan berkelanjutan |
| Natural Disasters Death Rate | 0,1 | Rendah |
Sumber: Good News From Indonesia, mengacu data Global Residence Index 2026, April 2026.
Angka homicide rate Jakarta sebesar 0,8 per 100.000 penduduk tergolong sangat rendah dibanding rata-rata kota berpenduduk di atas 10 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara. Inilah yang menjadi salah satu penyumbang utama skor keamanan Jakarta melompat signifikan.
Key Takeaway: Jakarta meraih Safety Index 0,72 versi GRI 2026 — posisi ke-2 ASEAN dan ke-87 dunia — berkat kombinasi rendahnya homicide rate, toleransi sosial yang kuat, dan penguatan fasilitas publik.
Siapa yang Menilai dan Bagaimana GRI Menghitung Kota Teraman?

Global Residence Index adalah platform pemeringkat berbasis data yang digunakan oleh investor asing, ekspatriat, dan lembaga internasional dalam mengevaluasi kelayakan huni suatu kota. Lembaga ini tidak hanya melihat satu dimensi, melainkan menggabungkan tujuh indikator utama.
7 Indikator Utama Global Residence Index dalam Menentukan Safety Score:
- Numbeo Index — mengukur persepsi keamanan publik dari warga, mencakup risiko kejahatan jalanan, pencurian, dan serangan fisik
- Homicide Rate — tingkat pembunuhan per 100.000 penduduk di tingkat kota dan negara
- Global Peace Index — menilai kedamaian nasional berdasarkan konflik internal/eksternal dan keamanan masyarakat
- Security Risk — penilaian risiko keamanan menyeluruh dari berbagai sumber data internasional
- Political Risk — stabilitas politik yang secara langsung memengaruhi keamanan warga dan bisnis
- Natural Disaster Risk — potensi risiko bencana alam seperti gempa, banjir, dan angin topan
- Road Traffic Death Rate — angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas per kapita
| Indikator | Bobot Penilaian | Relevansi untuk Investor/Ekspatriat |
| Numbeo Index | Tinggi | Persepsi langsung warga dan pendatang |
| Homicide Rate | Sangat Tinggi | Risiko kriminal paling fundamental |
| Global Peace Index | Tinggi | Stabilitas jangka panjang |
| Security & Political Risk | Sedang-Tinggi | Keputusan bisnis dan investasi |
| Natural Disaster Risk | Sedang | Perencanaan mitigasi |
| Road Traffic Death Rate | Sedang | Keselamatan mobilitas sehari-hari |
GRI menjadi referensi yang dipercaya oleh kalangan investor asing dan ekspatriat karena metodologinya tidak bergantung pada satu sumber data saja. Stabilitas keamanan dalam laporan GRI sering kali menjadi pertimbangan utama dalam memilih lokasi hunian maupun kantor regional.
Key Takeaway: GRI menggunakan tujuh indikator sekaligus — bukan hanya kriminalitas jalanan — sehingga skor Jakarta yang mencapai 0,72 mencerminkan keunggulan multidimensi, bukan sekadar persepsi sesaat.
Mengapa Jakarta Bisa Melompat ke Peringkat ke-2 ASEAN?

Lompatan Jakarta dari peringkat enam–tujuh ke posisi kedua di antara 13 ibu kota ASEAN bukan kebetulan. Ada tiga faktor utama yang secara konsisten disebut dalam laporan GRI 2026 dan pernyataan pejabat Jakarta.
Faktor 1: Toleransi Sosial dan Keberagaman di Ruang Publik
Gubernur Pramono Anung secara eksplisit menyebut kuatnya toleransi antarumat beragama sebagai faktor kunci. Pemprov DKI Jakarta aktif menyelenggarakan perayaan hari besar lintas agama di ruang publik: christmas carol di kawasan Monas saat Natal, parade Cap Go Meh saat Imlek, pawai ogoh-ogoh saat Nyepi, serta festival bedug dan pawai obor saat Ramadan dan Idul Fitri. Kegiatan massal yang berlangsung damai ini menciptakan rekam jejak data keamanan yang konkret dan terukur.
Faktor 2: Penguatan Pengawasan Digital dan Fasilitas Publik
Sejumlah analis keamanan kota mencatat kontribusi dari modernisasi CCTV terintegrasi di titik-titik strategis Jakarta, peningkatan penerangan jalan, dan pembukaan kawasan Monas sebagai ruang publik aktif. Aktivitas publik yang padat namun terkontrol terbukti menurunkan angka kejahatan oportunistik.
Faktor 3: Rendahnya Homicide Rate
Dengan angka 0,8 per 100.000 penduduk, homicide rate Jakarta jauh lebih rendah dibanding Manila maupun Bangkok. Ini menjadi pembeda terkuat dalam algoritma penilaian GRI yang memberikan bobot sangat tinggi pada indikator ini.
| Faktor Kunci | Bukti Data | Dampak pada Skor GRI |
| Toleransi sosial | Perayaan 5+ agama di ruang publik tanpa insiden besar | Numbeo Index naik |
| Pengawasan digital | CCTV terintegrasi + penerangan publik | Security Risk turun |
| Homicide Rate rendah | 0,8 per 100.000 penduduk | Skor homicide terbaik ke-2 ASEAN |
| Stabilitas politik | Pilkada DKI 2024 berjalan kondusif | Political Risk terkendali |
Key Takeaway: Tiga pilar utama lompatan Jakarta — toleransi sosial yang terstruktur, penguatan infrastruktur pengawasan, dan angka homicide yang rendah — bekerja secara sinergis dalam metodologi penilaian GRI 2026.
Apa Dampak Peringkat Ini bagi Jakarta dan Indonesia?

Peringkat kota teraman ke-2 ASEAN versi GRI 2026 bukan sekadar penghargaan simbolis. Dampak konkretnya menyentuh tiga domain utama: investasi asing, pariwisata, dan posisi tawar Jakarta sebagai hub regional.
Dampak Investasi
Stabilitas keamanan adalah variabel pertama yang dievaluasi oleh investor asing sebelum memutuskan lokasi kantor regional. Dengan mengungguli Bangkok (peringkat global ke-111) dan Kuala Lumpur (peringkat global ke-128), Jakarta kini memiliki argumen data yang kuat sebagai pilihan hub bisnis di Asia Tenggara.
Dampak Pariwisata dan Ekspatriat
GRI adalah salah satu referensi utama platform relokasi internasional. Skor 0,72 yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-87 dunia akan mulai muncul dalam rekomendasi platform seperti Numbeo, Expatistan, dan berbagai panduan ekspatriat global — efek yang berjalan otomatis tanpa perlu kampanye tambahan.
Dampak City Branding
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pencapaian ini harus “dijaga dan dirawat bersama-sama.” Jakarta juga sedang membangun posisi sebagai kota dengan kantor sekretariat ASEAN — dan data GRI 2026 memperkuat narasi tersebut secara internasional.
| Domain | Dampak Langsung | Potensi Jangka Menengah |
| Investasi Asing | Argumen data konkret vs Bangkok & KL | Kenaikan FDI ke sektor jasa dan teknologi |
| Pariwisata | Muncul di rekomendasi platform ekspatriat global | Peningkatan wisatawan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) |
| City Branding | Legitimasi internasional terukur | Penguatan posisi sebagai hub ASEAN |
| Properti | Kepercayaan diri pasar residensial | Potensi kenaikan permintaan segmen premium |
Key Takeaway: Peringkat GRI 2026 memberikan Jakarta “data credibility” di mata investor dan ekspatriat internasional — sebuah aset yang jauh lebih bernilai dibanding kampanye city branding konvensional manapun.
Data Nyata: Perbandingan Safety Index 10 Kota ASEAN Versi GRI 2026
Berikut adalah tabel komparatif lengkap berdasarkan data yang dipublikasikan Global Residence Index edisi Januari 2026.
| Peringkat ASEAN | Kota | Negara | Safety Index | Peringkat Global | Keterangan |
| 1 | Singapura | Singapura | 0,90 | 7 | Pemimpin mutlak kawasan |
| 2 | Jakarta | Indonesia | 0,72 | 87 | Lompat dari posisi 6–7 |
| 3 | Bangkok | Thailand | 0,65 | 111 | Turun dari posisi atas |
| 4 | Vientiane | Laos | 0,61 | — | Stabil |
| 5 | Hanoi | Vietnam | 0,60 | — | Stabil |
| 6 | Kuala Lumpur | Malaysia | 0,57 | 128 | Turun signifikan |
| 7 | Phuket | Thailand | — | — | Data parsial |
| 8 | Ho Chi Minh City | Vietnam | — | — | Data parsial |
| 9 | Phnom Penh | Kamboja | — | — | Data parsial |
| 10 | Manila | Filipina | — | — | Tertinggal jauh |
Sumber: Global Residence Index 2026, edisi 16 Januari 2026. Catatan: Brunei Darussalam, Myanmar, dan Timor Leste tidak tersedia dalam dataset GRI 2026.
Selisih skor Jakarta (0,72) dengan Bangkok (0,65) cukup signifikan — 0,07 poin. Namun selisih dengan Singapura (0,90) sebesar 0,18 poin menunjukkan masih ada ruang perbaikan, terutama pada indikator Natural Disaster Risk (10,24) dan Road Traffic Death Rate (15,3) yang menjadi catatan utama para analis.
Key Takeaway: Jakarta unggul 0,07 poin atas Bangkok dan 0,15 poin atas Kuala Lumpur — gap yang cukup solid, namun perlu dijaga lewat perbaikan berkelanjutan pada manajemen lalu lintas dan mitigasi bencana.
Baca Juga Trump Akui Ingin Rebut Minyak Iran, 90 Target Kharg Sudah Dibom
FAQ
Apa itu Global Residence Index dan seberapa kredibel lembaga ini?
Global Residence Index adalah platform pemeringkat internasional yang menggunakan tujuh indikator berbasis data — dari Numbeo Safety Index, homicide rate, Global Peace Index, hingga risiko bencana alam. Lembaga ini menjadi referensi investor asing dan ekspatriat dalam mengevaluasi kelayakan huni suatu kota, dan diterima sebagai benchmark di kalangan konsultan relokasi global.
Kapan laporan GRI 2026 tentang Jakarta ini resmi dirilis?
Laporan Global Residence Index yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-2 ASEAN dirilis pada 16 Januari 2026. Informasi ini ramai diperbincangkan secara publik pada awal April 2026 setelah Gubernur Pramono Anung menyampaikan tanggapannya di Balai Kota DKI Jakarta pada 7 April 2026.
Apa perbedaan peringkat Jakarta di GRI 2026 dibanding tahun-tahun sebelumnya?
Menurut pernyataan Gubernur Pramono Anung, Jakarta sebelumnya selalu berada di posisi enam atau tujuh di antara 13 ibu kota ASEAN. Melompat ke posisi kedua merupakan kenaikan drastis yang bahkan membuat gubernurnya sendiri mengaku “surprise.”
Apakah peringkat ini berarti Jakarta benar-benar aman untuk wisatawan dan ekspatriat?
Peringkat GRI mencerminkan kondisi keamanan secara multidimensi — bukan hanya keamanan dari kriminalitas. Jakarta unggul pada homicide rate rendah (0,8 per 100.000 penduduk) dan stabilitas sosial, namun masih memiliki catatan pada risiko lalu lintas (15,3 kematian per kapita) dan risiko bencana alam (10,24). Wisatawan dan ekspatriat disarankan tetap memperhatikan aspek lalu lintas dan mitigasi bencana.
Apakah Jakarta bisa melampaui Singapura dalam pemeringkatan GRI ke depannya?
Untuk melampaui Singapura (0,90), Jakarta perlu menutup gap 0,18 poin — terutama dengan menekan angka kematian lalu lintas yang saat ini masih di angka 15,3, meningkatkan sistem mitigasi bencana, dan menjaga stabilitas politik. Pencapaian ini realistis dalam jangka menengah (5–10 tahun) jika reformasi infrastruktur dan kebijakan publik berjalan konsisten.
Siapa saja kota ASEAN yang berhasil dilampaui Jakarta dalam GRI 2026?
Jakarta berhasil mengungguli Bangkok (0,65, peringkat global ke-111), Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), Kuala Lumpur (0,57, peringkat global ke-128), Phuket, Ho Chi Minh City, Phnom Penh, dan Manila — hanya tertinggal dari Singapura (0,90, peringkat global ke-7).
Referensi
- ANTARA News — Jakarta raih predikat kota teraman kedua se-ASEAN, geser Kuala Lumpur hingga Bangkok — diakses 9 April 2026
- Good News From Indonesia — Global Residence Index 2026: Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 di ASEAN, Apa Indikatornya? — diakses 9 April 2026
- Republika — Jakarta Peringkat 2 Kota Teraman di ASEAN Versi Global Residence Index — diakses 9 April 2026
- Medcom — Jakarta Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara, Begini Respons Pramono Anung — diakses 9 April 2026
- Merdeka.com — Pramono Anung Terkejut Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara pada 2026 — diakses 9 April 2026
- Disway.id — Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN Versi GRI 2026, Pramono Beberkan Indikatornya — diakses 9 April 2026
- Seanteronews — Jakarta Raih Peringkat ke-2 Kota Teraman di Asia Tenggara — diakses 9 April 2026
- Berita Jakarta — Jakarta Melesat Duduki Peringkat Kedua Kota Teraman di ASEAN — diakses 9 April 2026