Marten Aikinggin, Komandan OPM Moskona Barat, Tewas dalam Operasi Gabungan TNI-Polri

VIRALGUJARATI.COM, KOMPAS.com – Komandan Batalion Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Daerah Moskona Barat, Marten Aikinggin, ditembak mati oleh tim gabungan Polri dan TNI pada Rabu (18/12/2024). Marten diketahui terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan, termasuk penembakan terhadap pekerja jalan di Mayerga, Teluk Bintuni, pada tahun 2022.

BACA JUGA : pemprov sulsel lantik tiga pj bupati baru gantikan pejabat yang berakhir masa jabatan

Operasi pengejaran terhadap Marten dimulai sejak Minggu (15/12/2024) di Kampung Argosigemerao SP 5, Teluk Bintuni. Keberhasilan operasi ini menjadi langkah penting dalam mengamankan wilayah Papua Barat dari ancaman kelompok separatis bersenjata.

Rincian Operasi

Tim gabungan TNI-Polri telah merancang operasi ini dengan matang, melibatkan unit khusus yang dilatih untuk menghadapi medan berat di wilayah Papua Barat. Setelah tiga hari pencarian intensif, Marten berhasil dilumpuhkan dalam baku tembak di kawasan terpencil Moskona Barat.

“Operasi ini menunjukkan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Irjen Pol Mathius Fakhiri, dalam konferensi pers, Kamis (19/12/2024).

Jejak Kekerasan Marten Aikinggin

Marten Aikinggin telah lama menjadi buronan karena keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan, termasuk:

  • Penembakan pekerja jalan di Mayerga, Teluk Bintuni, pada 2022, yang menyebabkan beberapa korban tewas dan terluka.
  • Penyanderaan warga sipil di beberapa desa di wilayah Moskona Barat.
  • Penghancuran infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayah penting di Papua Barat.

Menurut pihak berwenang, Marten merupakan salah satu tokoh kunci dalam jaringan OPM yang aktif merekrut anggota baru dan merencanakan serangan terhadap aparat keamanan serta warga sipil.

Dampak Operasi terhadap Keamanan Wilayah

Keberhasilan operasi ini diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan di Papua Barat. Dengan tewasnya Marten, kelompok OPM di wilayah Moskona Barat kehilangan salah satu pemimpin utamanya.

“Kami berharap ini dapat mengurangi aktivitas separatis di daerah ini dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tambah Mathius Fakhiri.

Reaksi Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah menyambut baik keberhasilan operasi ini sebagai langkah positif dalam upaya penegakan hukum di Papua. Di sisi lain, masyarakat Teluk Bintuni berharap agar operasi serupa terus dilakukan untuk menghilangkan ancaman dari kelompok bersenjata.

“Kami merasa lebih tenang dengan operasi ini. Semoga tidak ada lagi kejadian kekerasan di daerah kami,” ujar seorang warga Kampung Argosigemerao yang enggan disebutkan namanya.

Kesimpulan

Tewasnya Marten Aikinggin, komandan OPM Moskona Barat, menjadi kemenangan penting bagi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Barat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam upaya pemerintah untuk menciptakan kedamaian di wilayah Papua yang rawan konflik.