Ringkasan Cepat:
- Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Senin (14/9/2026).
- Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menjabat sekitar satu tahun sejak 8 September 2025.
- IHSG sempat anjlok ke kisaran 6.371 sebelum ditutup melemah tipis 0,10 persen ke 6.534,69.
Jakarta, 15 September 2026 — Resmi, Suahasil Nazara dilantik jadi Menteri Keuangan baru oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026) sore. Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang baru menjabat sekitar satu tahun. Pergantian berlangsung mendadak dan langsung mengguncang pasar keuangan domestik.
Mengapa Ini Penting?

Ini pergantian bendahara negara kedua dalam dua tahun terakhir. Purbaya sendiri baru dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Artinya kursi Menteri Keuangan berpindah tangan dua kali di tengah masa Kabinet Merah Putih 2024–2029.
Buat masyarakat, dampaknya tidak abstrak. Menteri Keuangan memegang kendali APBN: pajak, subsidi energi, transfer ke daerah, sampai pembiayaan program prioritas. Termasuk program besar seperti Makan Bergizi Gratis yang ditargetkan menjangkau puluhan juta warga — program yang menyedot alokasi anggaran raksasa.
Prosesnya sendiri berlangsung cepat. Dikutip dari Tirto, Suahasil mengaku baru ditelepon Istana pada Senin pagi, lalu dilantik sore harinya. Pada jam yang hampir bersamaan, Purbaya masih menjalankan tugas di Rapat Kerja Komite IV DPD RI di Senayan.
“Kita lanjutkan pekerjaan kita masing-masing.”
— Suahasil Nazara, Menteri Keuangan RI, Senin (14/9/2026), dikutip dari Tirto
Siapa Suahasil Nazara?

Suahasil bukan orang baru di Lapangan Banteng. Menurut keterangan situs Kementerian Keuangan yang dikutip detikcom, ia ditetapkan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 31 Oktober 2016. Tiga tahun kemudian, tepatnya 25 Oktober 2019, ia diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan mendampingi Sri Mulyani.
Posisi wakil menteri itu kembali ia emban di Kabinet Merah Putih setelah dilantik pada 21 Oktober 2024. Ia lalu mendampingi Purbaya sepanjang 2025–2026. Jadi ia naik satu tingkat dari kursi yang sudah ia duduki bertahun-tahun.
Latar belakangnya akademik. Berdasarkan laporan Kompas.com, Suahasil menyelesaikan S1 Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994, meraih gelar master dari Cornell University pada 1997, lalu merampungkan program doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003. Ia meraih gelar Guru Besar Ilmu Ekonomi pada 2009.
Rekam jejak publiknya juga panjang. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015), dan anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).
Reaksi Pasar: IHSG Sempat Anjlok ke 6.371

Pasar bereaksi dalam hitungan jam. Laporan BursaNusantara menyebut IHSG sempat terkoreksi lebih dari 2 persen pada perdagangan Senin (14/9/2026), menyentuh kisaran 6.371. Indeks berbalik ke zona hijau sekitar pukul 15.30 WIB, bertepatan dengan momen pelantikan, sebelum akhirnya ditutup melemah tipis 0,10 persen di 6.534,69.
Rebound itu belum tentu tanda kepercayaan penuh. Kepada IDXChannel, analis Hendra menilai kenaikan tersebut lebih mencerminkan kelegaan pasar atas kepastian figur. Ia menunjuk catatan net sell investor asing sekitar Rp330 miliar pada hari yang sama sebagai indikator bahwa pasar belum sepenuhnya yakin.
Pola volatilitas seperti ini bukan hal baru di bursa domestik. Sepanjang 2026, pidato dan kebijakan Presiden Prabowo juga berkali-kali menggerakkan kurs dolar AS dan IHSG dalam satu sesi perdagangan.
Untuk perdagangan Selasa (15/9/2026), Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG bergerak sideways di rentang 6.400–6.600. Sementara Antara memproyeksikan rupiah menguat ke kisaran Rp17.550–Rp17.700 per dolar AS. Sebagai pembanding, rupiah sempat menguat ke level Rp17.982 pada pertengahan Juli 2026.
“Menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen.”
— Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, dikutip Media Indonesia, Selasa (15/9/2026)
Kenapa Purbaya Diganti?

Di sini publik perlu hati-hati membedakan fakta dan tafsir. Ekonom Josua Pardede menyampaikan kepada Republika bahwa pemerintah tidak menyampaikan satu alasan resmi yang spesifik atas pencopotan Purbaya. Yang terkonfirmasi hanyalah keputusan Presiden mengganti Purbaya dan mengangkat Suahasil.
Sejumlah pengamat menawarkan pembacaan. Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira, kepada Tribunnews, menduga tekanan datang dari internal kementerian, bukan dari agenda reshuffle biasa.
“Dia enggak ada niat mundur. Tapi mungkin dirjen lain minta dia mundur.”
— Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, Senin (14/9/2026), dikutip Tribunnews
Josua sendiri membaca pergantian ini sebagai penyetelan ulang cara pengelolaan fiskal, bukan perubahan total arah ekonomi. Isu konsistensi kebijakan memang jadi sorotan. Pemerintahan Prabowo sebelumnya menegaskan sikap fiskal mandiri, termasuk saat Indonesia menolak opsi pembiayaan IMF karena tak ingin menambah utang.
Soal nasib pejabat yang baru dilantik Purbaya pekan sebelumnya, Suahasil belum memutuskan. Kepada wartawan di Istana, ia menyatakan akan melihat dulu keputusan menteri sebelumnya sebelum menindaklanjuti.
Kronologi Peristiwa
| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| 8 Sep 2025 | Purbaya Yudhi Sadewa dilantik jadi Menkeu, menggantikan Sri Mulyani | detikcom |
| Senin pagi, 14 Sep 2026 | Suahasil menerima telepon dari Istana dan diminta bersiap | Tirto |
| Senin siang, 14 Sep 2026 | IHSG sempat terkoreksi >2%, menyentuh kisaran 6.371 | BursaNusantara |
| ±15.30 WIB, 14 Sep 2026 | Pelantikan di Istana Negara; IHSG sempat masuk zona hijau | BursaNusantara |
| Penutupan, 14 Sep 2026 | IHSG ditutup 6.534,69, melemah 0,10% | kayonews |
Apa Selanjutnya?
Suahasil menegaskan mandat dari Presiden adalah menuntaskan sisa masa Kabinet Merah Putih 2024–2029. Fokus pertamanya, menurut pernyataannya usai pelantikan, adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, dengan defisit APBN dipertahankan di bawah 3 persen.
Ujian terdekat datang dari luar. Pelaku pasar menanti hasil pertemuan FOMC pada 15–16 September 2026. Data CME FedWatch yang dikutip Republika menunjukkan probabilitas 73 persen The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Agenda domestik juga menunggu. Anggota DPD RI menyoroti penurunan porsi Transfer ke Daerah dalam RAPBN 2027 — isu yang bersinggungan langsung dengan arah pembangunan jangka panjang, termasuk draf PPHN yang mulai dibuka ke publik.
Pertanyaan yang tersisa sederhana: apakah rebound Senin sore itu awal pemulihan kepercayaan, atau sekadar jeda sebelum volatilitas berikutnya. Jawabannya bergantung pada kebijakan konkret pertama dari Menteri Keuangan yang baru.