Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus, Ini Faktanya


Ringkasan Cepat:

  • Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter di wilayah dengan PBBKB 5 persen
  • Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo ikut turun, sedangkan Pertalite dan Dex Series tetap
  • Ini penurunan pertama sejak Pertamax naik pada 10 Juni 2026 akibat gejolak perang AS-Israel-Iran

Jakarta, 1 Agustus 2026 — PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Pertamax menjadi Rp15.950 per liter mulai Sabtu, 1 Agustus 2026, di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen. Penyesuaian ini turut mencakup Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo, sementara BBM subsidi seperti Pertalite tidak berubah.

Mengapa Ini Penting?

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus, Ini Faktanya

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini menjadi kabar baik bagi konsumen setelah harga BBM nonsubsidi sempat naik akibat tekanan yang meluas beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026, tak lama setelah harga minyak dunia melonjak akibat konflik yang melibatkan Iran. Kali ini arahnya berbalik: harga turun mengikuti pergerakan pasar minyak global yang mereda.

Pertamina menegaskan penyesuaian harga nonsubsidi dilakukan secara berkala berdasarkan tiga faktor utama: harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat. Faktor nilai tukar ini juga sempat disinggung dalam konteks ekonomi domestik, termasuk saat pidato Presiden Prabowo yang berdampak ke pergerakan USD dan IHSG pertengahan tahun ini.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat.” — Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, 1 Agustus 2026

Reaksi dan Dampak

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus, Ini Faktanya

Bagi masyarakat di Jabodetabek dan wilayah sekitarnya, penurunan Rp300 per liter pada Pertamax terasa langsung di SPBU. Pengendara yang beralih dari Pertalite ke Pertamax karena regulasi kendaraan tertentu turut merasakan dampaknya — sebagaimana pernah dibahas dalam aturan mengenai mobil bermesin 1.400cc yang diwajibkan mengisi Pertalite, sementara kendaraan di atas ambang tersebut tetap bergantung pada harga Pertamax.

Di sisi lain, penurunan BBM nonsubsidi ini berpotensi meringankan biaya operasional sektor transportasi dan logistik, yang sebelumnya juga tertekan oleh kenaikan biaya lain seperti tarif tiket pesawat yang berdampak ke ekonomi domestik. Meski begitu, Pertamina memastikan BBM subsidi seperti Pertalite (Rp10.000 per liter) dan Solar (Rp6.800 per liter) tidak mengalami perubahan, sehingga tidak ada dampak langsung bagi kelompok masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi.

Kronologi Peristiwa

WaktuKejadianSumber
10 Juni 2026Pertamax dan Pertamax Green naik akibat gejolak harga minyak dunia usai perang AS-Israel-IranPertamina Patra Niaga
31 Juli 2026Pertamina mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan berlaku esok hariKeterangan resmi Pertamina
1 Agustus 2026Harga Pertamax resmi turun menjadi Rp15.950 per liter di seluruh SPBU PertaminaPertamina Patra Niaga

Rincian Harga BBM Nonsubsidi per 1 Agustus 2026

Berikut daftar harga untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT):

  • Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter, turun dari Rp16.250
  • Pertamax Green 95: Rp16.600 per liter, turun dari Rp17.000
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp18.300 per liter, turun dari Rp19.300
  • Pertamina Dex (CN 53): tetap Rp21.150 per liter
  • Dexlite (CN 51): tetap Rp19.700 per liter
  • Pertalite (RON 90, subsidi): tetap Rp10.000 per liter
  • Solar (CN 48, subsidi): tetap Rp6.800 per liter

Nominal harga di setiap provinsi dapat berbeda karena besaran PBBKB yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah tidak seragam.

Apa Selanjutnya?

Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus, Ini Faktanya

Pertamina biasanya meninjau ulang harga BBM nonsubsidi secara berkala mengikuti tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Jika harga minyak global kembali bergejolak — seperti yang pernah terjadi saat konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga pada Juni 2026 — bukan tidak mungkin harga Pertamax kembali disesuaikan pada periode berikutnya. Masyarakat disarankan memantau pengumuman resmi Pertamina di awal setiap bulan untuk mengetahui perubahan harga terbaru.


Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi viralgujarati.com berdasarkan keterangan resmi PT Pertamina Patra Niaga dan pemberitaan media nasional