PMI Asal Purworejo Meninggal Dunia di Malaysia, Diduga Akibat Jatuh dari Ketinggian

PURWOREJO, VIRALGUJARATI.COM – Kabar duka datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Bendo, Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Purworejo, Jawa Tengah. Rochamin (39) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di Malaysia. Korban dilaporkan terjatuh dari ketinggian saat bekerja di sebuah proyek konstruksi di Kuala Lumpur.

Keluarga korban telah menerima surat keterangan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Kuala Lumpur terkait insiden tersebut. “Kami sudah menerima surat resmi dari Kedubes RI. Ini menjadi bukti bahwa anak kami memang sudah tiada,” ungkap Sumodiyono, ayah dari almarhum Rochamin, saat ditemui di rumah duka pada Selasa (14/1/2025).

BACA JUGA : patrick kluivert ungkap rencana naturalisasi jairo riedewald untuk timnas indonesia


Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan yang diterima oleh pihak keluarga, kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (10/1/2025). Saat itu, Rochamin sedang bekerja di lantai atas sebuah proyek konstruksi. Diduga, ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian lebih dari 10 meter.

Kondisi luka yang dialami Rochamin sangat parah. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Kuala Lumpur, namun nyawanya tidak tertolong. “Kami diberi tahu bahwa anak kami meninggal di lokasi kerja. Kami masih menunggu proses pengiriman jenazah ke Indonesia,” tambah Sumodiyono.


Proses Pemulangan Jenazah

Kedubes RI di Kuala Lumpur bekerja sama dengan perusahaan tempat Rochamin bekerja untuk mempercepat proses pemulangan jenazah. Menurut informasi yang diterima keluarga, jenazah dijadwalkan tiba di Purworejo pada Rabu (15/1/2025).

Pemerintah Desa Kemiri Kidul juga turut membantu keluarga korban dalam mengurus administrasi pemakaman. “Kami sudah koordinasi dengan pihak desa dan Kedubes RI. Semua proses pemulangan akan dibiayai oleh pihak perusahaan,” ujar Kepala Desa Kemiri Kidul, Mulyadi.


Kondisi Keluarga Korban

Kepergian Rochamin menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Korban merupakan tulang punggung keluarga yang menghidupi kedua orang tua serta seorang anak yang masih berusia lima tahun. “Dia ke Malaysia sejak tiga tahun lalu karena ingin memperbaiki ekonomi keluarga,” ungkap Sumodiyono dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, istri Rochamin, Sulastri, masih dalam kondisi syok dan sulit menerima kenyataan atas kepergian suaminya. “Kami hanya berharap jenazah bisa segera sampai di rumah, dan kami ingin memberikan penghormatan terakhir untuknya,” katanya.


Peringatan dan Imbauan bagi PMI

Kasus kecelakaan kerja yang menimpa Rochamin menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan kerja di lokasi proyek, terutama bagi para Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di luar negeri. Kedubes RI mengimbau kepada perusahaan agar lebih memprioritaskan keselamatan pekerja melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

“Pemerintah juga harus memastikan bahwa hak-hak PMI, termasuk asuransi kecelakaan kerja, dapat terpenuhi,” ujar Rochmat Wahyudi, pengamat ketenagakerjaan.


Kesimpulan

Kepergian Rochamin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Kemiri Kidul. Proses pemulangan jenazah sedang dilakukan, dan keluarga berharap keadilan serta hak-hak almarhum dapat dipenuhi sepenuhnya.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, terutama terkait keselamatan kerja dan perlindungan hukum.